Jumat, 01 Maret 2013
Intermezo
Mungkin ini hanya opini saya saja, tapi ini sudah menjadi rahasia umum mungkin kalau demonstrasi itu sangat tidak berguna di negara Egois ini.
Egois bukan pribadi bangsa ini wahai para pejabat tinggi negara yang sangat amat terhormat, kita harusnya saling peduli dan tolong menolong bukan saling biar membiarkan ataupun buang membuang.
Selasa, 11 Desember 2012
Moon.
Aku bertahan akan temperatur panas dan dingin yang bercampur ini delapan puluh enam ribu empat ratus detik penuh disetiap harinya. Aku hadir disemua penjuru peradaban mereka. Aku tak peduli sejauh apa peradaban itu, aku akan ada disana untuk memantulkan cahaya terang dari si dapur api.
Nyanyian-nyanyian mereka yang membawa namaku ditiap baitnya menyejukan hatiku yang sering dilanda perasaan kesal. Caci maki dihatiku bagai lenyap seketika saat mereka bernyanyi. Walau tanpa suara yang terlalu merdu, aku tetap saja menikmati nyanyian-nyanyian mereka. Darisitu kadang aku tahu, mereka melupakanku bukan karena mereka ingin.
Tak sadarnya mereka akan kehadiranku bukan sepenuhnya salah mereka. Mungkin aku selalu ditutupi oleh danau layang yang aku panggil dengan nama awan. Kesal memang, pengorbanan ku harus menjadi tak terasa karena si Awan, tapi aku tak marah ataupun dendam kepadanya. Aku tahu Awan tak bisa mengendalikan diri, dia masih muda. Dan saat dewasa dia akan sadar lalu pergi tak tahu kemana. Itulah hal yang membuat aku tak pernah marah kepada Awan.
Ya sudahlah, buat apa aku mengharapkan sebuah penghargaan berlebih dari mereka. Ini sudah menjadi tugasku, dan mendapat penghargaan bukanlah hak ku. Dan buat aku mengharapkan sesuatu yang lebih saat aku berkorban? aku jadi ingat kata si Rambut api. Saat aku sedang berada didepannya dia berucap suatu kalimat kepadaku yang berbunyi "Tak usah lah kamu berharap sesuatu yang lebih saat kamu berkorban. Keikhlasan adalah hal yang membuat kamu senang, bukan sesuatu yang lebih".
Jumat, 10 Agustus 2012
Realistis Dan Para Pemimpi
Minggu, 05 Agustus 2012
Subuh Menjelang
Suara gemericik titik-titik air yang jatuh dari sebuah daun talas terdengar kecil ditepi sungai itu. Suara jangkrik dan beberapa dengkuran kecil dari rumah para warga pun ikut menghiasi paduan suara alam itu. Asap hitam tipis yang berasal dari sumbu lampu minyak yang dibakar, ikut bercampur dengan udara dingin yang sejuk di tiap-tiap rumah warga di desa ini.
Pak hansip yang senantiasa memiliki tugas mulia, sedang berkeliling bersama lampu senternya yang agak redup disaat orang-orang masih asik dengan ibadah dialam mimpi itu. Badrul yang tak bisa tidur sedari malam pun hanya bisa mendengarkan siaran radio yang suaranya tak jelas untuk didengar.
Jam pun akhirnya menunjukan pukul 4 pagi, beberapa penduduk desa ini sudah ada yang terbangun untuk menyiapkan sarapan bagi keluarga mereka. Ada yang memilah beras, memanaskan tungku dan lainya. Waktu terus berlalu hingga akhirnya muadzin di sebuah langgar di desa itu menyerukan ajakan untuk sembahyang. Para warga desa pun berbondong-bondong menuju ke langgar itu. Tak satupun orang yang masih terlelap......
Selasa, 31 Juli 2012
Sindir bos!
ada yang belom tau gimana sindiran halus sama kasar? Nih gue kasih tau. Menurut pengamatan gue tentang sindiran halus dan kasar, kalian semua pati tau kan kalo sindiran kasar itu nusuk rasanya? nah itu dia pengertianya. Udah nemu maksudnya? nih kalo belom gue uraiin lah. Tapi inget ini cuma menurut gue. Kalo diulangan Bahasa Indonesia keluar soal beginian, jangan pake yang definisi dari blog ini. Bisa dibilang blog ini sesat buat belajar
Sindiran Halus : Sindiran yang menggunakan kata-kata halus dan lebih diutamakan dengan kalimat-kalimat yang tidak spesifik seperti Quote dkk
Contoh sindiran halus : (Budi lagi kesel sama emak) dia bikin quote gajelas deh yang isinya "Tak selalu para pejabat akan menuruti Presiden, jika dipaksa pasti pejabat itu akan menggila" -Bandung lautan asmara (2012)
Sindiran kasar : Sindiran yang menggunakan kata-kata kasar dan lebih ditujukan untuk menghina dan kalimat yang digunakan akan diusahakan sangat spesifik
contoh : (Musuh budi habis boker) "Heh *njing, kamar mandi habis gue bersihin lo malah buang ta* disini. Gatau malu lo"
Nah itu dia pengertian (menurut gue) dan contoh dari Sindiran kasar dan sindiran halus.Pasti semua udah pernah disindir atau menyindir kan? nah mungkin pesen dari gue cuma : Buat yang disindir jadiin aja patokan buat lebih maju. Buat yang nyindir (termasuk gue), walaupun nyindir itu enak tapi kayanya kita bakal kena balesan sendiri ini tuh kaya bumerang habis dilempar bisa balik lagi.
sekian postingan gajelas ini mohon pengertiannya karena yang nulis rada gila
Rabu, 20 Juni 2012
Rumit.
Hari ini mungkin hari yang tepat bagi kata ini untuk hadir ditengah-tengah kehidupanku yang cukup 'mengasyikan'. Kenapa? Hari ini, 20 juni 2012 suatu kejadian yang ada dalam suatu keadaan menjebak nan rumit telah mampir ke dalam buku catatan kecil yang dibuat oleh otak dariku. Tak tahu mengapa bisa seperti itu. Mungkin itu adalah sebuah pelajaran untuk mental, pengalaman, serta kebijaksanaan yang aku miliki. Kejadian yang aku alami ini memberikan suatu pelajaran bahwa jangan takut tuk bertanya, jangan ragu bila ingin melakukan sesuatu dan janganlah bermain api ditempat yang memiliki wilayah rawan terbakar (itu adalah kiasan).
Peristiwa yang aku alami ini mungkin akan terlalu berbahaya bagi yang tak memiliki mental kuat, terlalu riskan bagi yang memiliki sifat ragu yang melangit, dan terlalu rawan bila tak memiliki kebijaksanaan serta keyakinan saat bertindak.
Peristiwa yang aku alami mungkin terlalu terhitung masalah kecil dari luar, tetapi dari dalam masalah ini adalah masalah besar. maka dari itu aku golongkan peristiwa ini menjadi peristiwa rumit.
Saat aku pergi ke salah satu mall ternama di Jakarta, aku kehilangan dompetku yang berisikan surat penting kendaraanku. Karena itu aku harus mengurus beberapa surat laporan kehilangan mulai dari ke satpam, petugas parkir serta pihak polisi. Dan untuk mendapatkan dompetku kembali, aku pun harus memberanikan diri tuk bertanya dan menuduh. Simpel 'kan masalahku? ya terlihatnya simpel tetapi saat kau masuk kedalamnya masalah ini akan menjadi rumit. Dan karena kejadian ini aku belajar bahwa kebijaksaaan, keberanian, tanggung jawab serta keyakinan sangat dibutuhkan..
Terlalu absurd mungkin untuk artikelku kali ini, tapi ini mengandung banyak maksud dan tujuan. Mengertilah tuk membaca.
Sabtu, 16 Juni 2012
Setengah Lima
Waktu terus bergulir sesuai hakikatnya. Jarum yang ada dalam lingkaran jam tangan Santi pun telah menunjuk kearah angka 4. Yumi yang tidak tega melihat Santi terus tersiksa persaan gelisah yang dirasakanya, akhirnya memutuskan untuk mengajak Santi pulang. Namun Santi tetap pada keputusanya untuk tinggal di sebuah sudut taman itu demi menanti sang kekasih. Santi yang sedang terpaku pada perasaan gelisahnya pun tidak menghiraukan kepergian Yumi.
Telepon genggam milik Santi berteriak keras tanda ada suatu panggilan datang. Ternyata panggilan itu berasal dari seseorang yang terus ia tunggu. "Kamu dimana?" seru Santi antusias. " Maaf sayang, aku telat" balas Gary. "Aku gapeduli mau kamu telat berapa lama, yang penting aku bisa ngeliat batang hidungmu" tutur Santi. "sekarang sudah jam berapa?" kata Gary. "Empat lewat 20, kenapa?" balas Santi. "Aku telat satu jam ya? maafin aku ya, aku lagi sibuk soalnya" Seru Gary sambil tertawa kecil. "Sibuk apa?" balas Santi lagi. Belum sempat mendapat jawaban dari Gary, percakapan itu sudah diakhiri Gary terlebih dahulu.
Karena Gary tiba-tiba menghilang, Santi hanya bisa menangis untuk menutupi rasa khawatir yang ia rasakan. Tiba-tiba telepon genggamnya kembali bergetar hebat. Dengan cepat iya menekan tombol untuk mengangkat panggilan yang berasal dari Gary. "Maaf udah bikin kamu menunggu lama dihari istimewa kita ini, aku telat karena aku harus mengatur sesuatu agar tepat sebagai hadiah untuk mu dihari istimewa kita ini. Sekarang sudah tepat jam setengah lima dan hadiah mu sudah datang bersamaku disini, disisi barat taman ini. Sekarang putar badanmu kearah ku. Ya, hanya inilah yang aku bisa berikan kepadamu. Matahari indah beserta siluet dari diriku.Semoga ini bisa berkesan untukmu" tutur Gary panjang lebar lalu mengakhiri percakapan itu. Setelah mengakhiri percakan itu, Gary langsung berlari kearah Santi yang sedang terharu akan pemberian indah dari kekasihnya itu. Gary pun langsung memeluk Santi penuh kehangatan dan berucap "I love you San". "I love you too Gar" balas Santi hangat.