Kau menginginkan fiksi akan aku berikan asli bagaimana pun caranya.
Apa? Kepalsuan itu dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tuntutan? Alah, bulu kaki ku pun tak menyukai kepalsuan. Tuntutan sesulit apapun itu aku tak akan menyelesaikannya dengan sebuah kepalsuan
Aku adalah peminum dan juga penjudi ulung, tapi walau begitu, aku juga dikenal sebagai seniman. Kalau kata orang-orang, aku ini seniman hebat, pelukis hebat tepatnya. Aku tak pernah mengumbar kepalsuan setiap bekarya. Semua yang aku lukis harus merupakan sebuah penampakan asli. Apabila lukisan bugil, maka saat aku melukis aku sedang melihat seseorang bugil dan masih banyak lagi. Ya, lukisan ku tidak bisa direkayasa sesuai imaji ku. Lucu memang, seorang pelukis tidak ingin menuangkan imajinya terhadap setiap karya-karyanya. Namun, inilah aku.
12 tahun aku bekerja untuk sebuah perusahaan kolektor yang dipimpin oleh seseorang yang sekarang memiliki predikat sebagai walikota di kota terkutuk ini. Orang kaya ini sangat sayang kepadaku. Aku ini mengabdi kepadanya lebih dari 1 dasawarsa dan aku juga yang menghidupinya sampai dia menjadi walikota sekarang ini. Walau aku tak sudi, mau tak mau aku harus seperti ini untuk menyelesaikan perjanjian 134 lukisan.
"Orang bangsat itu selalu saja begini, aku sedang istirahat selalu diganggu. Apa dia tidak takut mati ditanganku? hah, sialan memang" Umpatku keras sepanjang perjalanan menuju rumah si walikota dungu itu. "Ada apa tuan memanggilku pagi-pagi buta seperti ini" tanyaku halus saat sampai di rumahnya. "Seniman terbaik ku sudah datang, kemari sini ada yang ingin kutanyakan kepadamu Bern" sapanya hangat sambil mengajakku mendekatinya. Aku pun mendekatinya dan bertanya apa yang akan dia bicarakan. Setelah berbasa-basi panjang dia pun langsung bertanya tentang lukisan terakhirku dengan nada yang sedikit tinggi.
"Kapan lukisan akhirmu akan kau berikan kepadaku Bern? Kapan?!" katanya keras."Tidak tahu tuan, aku sudah bingung peristiwa apa lagi yang akan aku lukis. Mungkin aku akan menyerah di lukisan terakhirku ini" Balas ku putus asa.
"Bern?! Beraninya kau menyerah! Ekhem... Bernard, ayolah kau tidak boleh menyerah disini. Pelukis heat sepertimu tidak kenal dengan kata menyerah. Tugasmu hanyalah mudah. Lukis peristiwa langa, dan bawalah kepadaku hasilnya." Katanya dengan nada yang cepat berubah.
"Segala peristiwa sudah aku lukis tuan. Tidak ada satu pun peristiwa yang belum aku lukis. Dengan kehidupan monoton di kota ini otomatis aku sudah melukis semuanya yang sudah dan akan terjadi." Ungkapku.
"Ah, aku punya ide brilian untunk dirimu Bern! lukis saja orang sedang dibunuh. Dikota ini tak ada lagi peristiwa seperti itu sejak 1 abad terakhir ini."katanya.
"Tapi aku harus merekayasa lukisan ku apabila aku melukis seperti itu." kilah ku.
"Ah itu gampang Bern, bunuh saja seseorang dan lukis dia hakhakhak" katanya bergurau.
"Baiklah, Tuan! Minggu ini juga aku akan memberikan lukisan anda!" Kataku senang.
Aku pun berlari gembira meninggalkan rumah walikota dan berencana akan memulai tugas terakhir ini agar aku cepat terbebas dari tugas-tugas si tua dungu itu. Hal pertama, aku harus mencari seseorang untuk menjadi korban pembunuhanku sekaligus menjadi objek lukisan ku. Pikiranku pun tertuju kepada teman baik ku, Juan. Tapi pasti dia menolak permintaanku ini mentah-mentah. Dipikiranku hanyalah ada kata "Bunuh Juan, Lukis dia, Tugas selesai" dan akhirnya aku mengesampingkan akal sehatku untuk tugas terakhir ini. Aku pun berjalan menuju rumah Juan dan memutuskan untuk melakukan ini kepadanya.
"Apa yang telah aku perbuat?!?! A....ak...aku.... apa benar ini aku..... ti...tidak mungkin! ini bukan aku!! Maaf!" Teriak ku tak percaya. Aku pun melarikan diri.
------------
"Orang brengsek! dia membawa namaku?! Bodoh sekali dia, saat itu aku hanya berguaru kepadanya. Bodoh sekali seniman tak berotak itu." Teriak sang walikota.
"lalu kita harus bagaimana pak?" Tanya sang pesuruh.
"Lakukan apa yang kau harus lakukan, urus jasadnya, dan cari pelukis lain" Suruh sang walikota
"Baik pak, tapi bagaimana dengan pengadil? dan dimana kami bisa temukan orang itu?" tanya si pesuruh.
"Pengadil? itu masalah gampang. Cari diseluruh pelosok negeri, jangan sampai dia pergi ke pusat dan memberitahukan kabar ini. Cepat!" perintah walikota.
Beberapa pesuruh walikota pun langsung bergegas mencari sang pelukis. Seluruh penjuru Negeri pun disisir hingga tak ada yang terlewat setitik pun.
---------------
Aku berbicara kepada suara, tapi aku tak bisa menemukan suara itu. Aku ertanya dimana dia tapi dia tak menjawab. Dia berbicara halus sekali, sampai aku seakan bisa tertidur hanya dengan mendengar suaranya. "Hai tuan, dimana engkau? keluar cepat! bagaimana kau bisa tau aku siapa dan apa yang terjadi padaku? cepat keluar tuan!" Teriak ku keras. Dia masih tak menampakkan batang hidungnya, sampai akhirnya dia bersuara kembali. "Bernard, tak ingat kah engkau kepada keluarga mu? atau tepatnya mantan keluaraga mu? Tak kau pikirkan istrimu yang berjalan dengan keadaan hamil tua. Dia akan melahirkan dijalan Bern, di jalan! Itu tanggung jawabmu, kenapa kau tinggal kan? setiap manusia memiliki tanggung jawab Bern tak terkecuali dirimu. Ayolah kembali kesana dan bertanggung jawab lah Bern! apa kau akan meninggalkan tanggung jawabmu untuk kedua kalinya? Aku hanya sekedar mengingatkan saja Bern" Katanya halus. Aku pun langsung memikirkan kata-katanya. Lalu aku bertanya kepadanya kapan aku harus kembali ke kota ku dan dia hanya menjawab "Sekarang" dengan suara yang lebih berat.
Aku pun memutuskan untuk kembali dan mencoba mempertanggung jawabkan segala yang telah kulakukan.
----------------
"Sudah kau bereskan segalanya?" tanya si walikota.
"Sudah pak, dan kami sudah mendapatkan pelukis baru" balas para pesuruh.
Sang walikota pun tersenyum picik dan gembira mendengar kabar kematian itu dan dengan bangganya dia mengontrak pelukis baru ini untuk menyelesaikan 134 lukisan. Dan kontrak itu pun disetujui oleh sang pelukis.
-----------------
"Ayo ikut aku, tugas mu sudah selesai Bernard. Tak ada lagi tugas untuk mu di dunia ini. Ayo ikut aku ke tempat selanjutnya, tempat pertanggung jawaban mu Bern." Kata sang sosok. Aku hanya terdiam dan berpikir apa yang baru saja dikatakannya. Apa mungkin aku ini sudah........ Aku tak tau apa yang sedang terjadi sekarang, semua semakin tak jelas. "Hai sosok, kau terlalu sok tau akan kehidupanku. Tugasku belum tuntas disini. Ada 1 tugas penting dan 1 tanggung jawab yang harus aku hadapi. Aku tak akan ikut denganmu!" Balasku. "1 tugasmu itu tak akan pernah usai, dan tanggung jawab mu itu bisa kau pertanggung jawabkan ditempat selanjutnya. Ikut aku Bern, aku tau tentang engkau." Kata sosok. "Baik aku akan ikut denganmu. Tapi dengan 1 syarat, aku harus tau namamu" Balasku. "Nama ku, Bernard."........
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 Mei 2013
Selasa, 11 Desember 2012
Moon.
Aku besar, aku mampu membantu mereka dan mungkin aku telah membantu mereka namun tak satupun dari mereka mengingatku. Ku mengikuti mereka setiap saat, dengan kecepatan tingginya aku mencoba terus mengikuti dan mendampinginya. Walaupun sudah begitu, aku tetap saja mereka lupakan. Terutama mereka yang hidup disebuah kota besar yang semuanya telah tersedia.
Aku bertahan akan temperatur panas dan dingin yang bercampur ini delapan puluh enam ribu empat ratus detik penuh disetiap harinya. Aku hadir disemua penjuru peradaban mereka. Aku tak peduli sejauh apa peradaban itu, aku akan ada disana untuk memantulkan cahaya terang dari si dapur api.
Nyanyian-nyanyian mereka yang membawa namaku ditiap baitnya menyejukan hatiku yang sering dilanda perasaan kesal. Caci maki dihatiku bagai lenyap seketika saat mereka bernyanyi. Walau tanpa suara yang terlalu merdu, aku tetap saja menikmati nyanyian-nyanyian mereka. Darisitu kadang aku tahu, mereka melupakanku bukan karena mereka ingin.
Tak sadarnya mereka akan kehadiranku bukan sepenuhnya salah mereka. Mungkin aku selalu ditutupi oleh danau layang yang aku panggil dengan nama awan. Kesal memang, pengorbanan ku harus menjadi tak terasa karena si Awan, tapi aku tak marah ataupun dendam kepadanya. Aku tahu Awan tak bisa mengendalikan diri, dia masih muda. Dan saat dewasa dia akan sadar lalu pergi tak tahu kemana. Itulah hal yang membuat aku tak pernah marah kepada Awan.
Ya sudahlah, buat apa aku mengharapkan sebuah penghargaan berlebih dari mereka. Ini sudah menjadi tugasku, dan mendapat penghargaan bukanlah hak ku. Dan buat aku mengharapkan sesuatu yang lebih saat aku berkorban? aku jadi ingat kata si Rambut api. Saat aku sedang berada didepannya dia berucap suatu kalimat kepadaku yang berbunyi "Tak usah lah kamu berharap sesuatu yang lebih saat kamu berkorban. Keikhlasan adalah hal yang membuat kamu senang, bukan sesuatu yang lebih".
Aku bertahan akan temperatur panas dan dingin yang bercampur ini delapan puluh enam ribu empat ratus detik penuh disetiap harinya. Aku hadir disemua penjuru peradaban mereka. Aku tak peduli sejauh apa peradaban itu, aku akan ada disana untuk memantulkan cahaya terang dari si dapur api.
Nyanyian-nyanyian mereka yang membawa namaku ditiap baitnya menyejukan hatiku yang sering dilanda perasaan kesal. Caci maki dihatiku bagai lenyap seketika saat mereka bernyanyi. Walau tanpa suara yang terlalu merdu, aku tetap saja menikmati nyanyian-nyanyian mereka. Darisitu kadang aku tahu, mereka melupakanku bukan karena mereka ingin.
Tak sadarnya mereka akan kehadiranku bukan sepenuhnya salah mereka. Mungkin aku selalu ditutupi oleh danau layang yang aku panggil dengan nama awan. Kesal memang, pengorbanan ku harus menjadi tak terasa karena si Awan, tapi aku tak marah ataupun dendam kepadanya. Aku tahu Awan tak bisa mengendalikan diri, dia masih muda. Dan saat dewasa dia akan sadar lalu pergi tak tahu kemana. Itulah hal yang membuat aku tak pernah marah kepada Awan.
Ya sudahlah, buat apa aku mengharapkan sebuah penghargaan berlebih dari mereka. Ini sudah menjadi tugasku, dan mendapat penghargaan bukanlah hak ku. Dan buat aku mengharapkan sesuatu yang lebih saat aku berkorban? aku jadi ingat kata si Rambut api. Saat aku sedang berada didepannya dia berucap suatu kalimat kepadaku yang berbunyi "Tak usah lah kamu berharap sesuatu yang lebih saat kamu berkorban. Keikhlasan adalah hal yang membuat kamu senang, bukan sesuatu yang lebih".
Rabu, 20 Juni 2012
Rumit.
Satu kata yang sulit dihilangkan dari hidup seorang manusia. Kata yang cukup vital keberadaanya. Ya, iu adalah Rumit. Kata yang akan mewakili kata tidak sulit serta tidak mudah.
Hari ini mungkin hari yang tepat bagi kata ini untuk hadir ditengah-tengah kehidupanku yang cukup 'mengasyikan'. Kenapa? Hari ini, 20 juni 2012 suatu kejadian yang ada dalam suatu keadaan menjebak nan rumit telah mampir ke dalam buku catatan kecil yang dibuat oleh otak dariku. Tak tahu mengapa bisa seperti itu. Mungkin itu adalah sebuah pelajaran untuk mental, pengalaman, serta kebijaksanaan yang aku miliki. Kejadian yang aku alami ini memberikan suatu pelajaran bahwa jangan takut tuk bertanya, jangan ragu bila ingin melakukan sesuatu dan janganlah bermain api ditempat yang memiliki wilayah rawan terbakar (itu adalah kiasan).
Peristiwa yang aku alami ini mungkin akan terlalu berbahaya bagi yang tak memiliki mental kuat, terlalu riskan bagi yang memiliki sifat ragu yang melangit, dan terlalu rawan bila tak memiliki kebijaksanaan serta keyakinan saat bertindak.
Peristiwa yang aku alami mungkin terlalu terhitung masalah kecil dari luar, tetapi dari dalam masalah ini adalah masalah besar. maka dari itu aku golongkan peristiwa ini menjadi peristiwa rumit.
Saat aku pergi ke salah satu mall ternama di Jakarta, aku kehilangan dompetku yang berisikan surat penting kendaraanku. Karena itu aku harus mengurus beberapa surat laporan kehilangan mulai dari ke satpam, petugas parkir serta pihak polisi. Dan untuk mendapatkan dompetku kembali, aku pun harus memberanikan diri tuk bertanya dan menuduh. Simpel 'kan masalahku? ya terlihatnya simpel tetapi saat kau masuk kedalamnya masalah ini akan menjadi rumit. Dan karena kejadian ini aku belajar bahwa kebijaksaaan, keberanian, tanggung jawab serta keyakinan sangat dibutuhkan..
Terlalu absurd mungkin untuk artikelku kali ini, tapi ini mengandung banyak maksud dan tujuan. Mengertilah tuk membaca.
Hari ini mungkin hari yang tepat bagi kata ini untuk hadir ditengah-tengah kehidupanku yang cukup 'mengasyikan'. Kenapa? Hari ini, 20 juni 2012 suatu kejadian yang ada dalam suatu keadaan menjebak nan rumit telah mampir ke dalam buku catatan kecil yang dibuat oleh otak dariku. Tak tahu mengapa bisa seperti itu. Mungkin itu adalah sebuah pelajaran untuk mental, pengalaman, serta kebijaksanaan yang aku miliki. Kejadian yang aku alami ini memberikan suatu pelajaran bahwa jangan takut tuk bertanya, jangan ragu bila ingin melakukan sesuatu dan janganlah bermain api ditempat yang memiliki wilayah rawan terbakar (itu adalah kiasan).
Peristiwa yang aku alami ini mungkin akan terlalu berbahaya bagi yang tak memiliki mental kuat, terlalu riskan bagi yang memiliki sifat ragu yang melangit, dan terlalu rawan bila tak memiliki kebijaksanaan serta keyakinan saat bertindak.
Peristiwa yang aku alami mungkin terlalu terhitung masalah kecil dari luar, tetapi dari dalam masalah ini adalah masalah besar. maka dari itu aku golongkan peristiwa ini menjadi peristiwa rumit.
Saat aku pergi ke salah satu mall ternama di Jakarta, aku kehilangan dompetku yang berisikan surat penting kendaraanku. Karena itu aku harus mengurus beberapa surat laporan kehilangan mulai dari ke satpam, petugas parkir serta pihak polisi. Dan untuk mendapatkan dompetku kembali, aku pun harus memberanikan diri tuk bertanya dan menuduh. Simpel 'kan masalahku? ya terlihatnya simpel tetapi saat kau masuk kedalamnya masalah ini akan menjadi rumit. Dan karena kejadian ini aku belajar bahwa kebijaksaaan, keberanian, tanggung jawab serta keyakinan sangat dibutuhkan..
Terlalu absurd mungkin untuk artikelku kali ini, tapi ini mengandung banyak maksud dan tujuan. Mengertilah tuk membaca.
Sabtu, 16 Juni 2012
Setengah Lima
"Ah kalau terus begini bisa-bisa gue yang mati duluan" Keluhnya. "Heh jangan ngomong gitu kali, entar kalo ada malaikat lewat diaminin aja, gimana?" balas Yumi.Santi memang dikenal sebagai pribadi yang sangat susah untuk sabar walaupun hanya sebentar saja. "Buat apa aku susah-susah pergi ke taman ini? di gaakan datang Yum" Sambil sedikit menitihkan air mata. "Kamu tak perlu membuang air mata mu itu hanya karena suatu hal yang cukup konyol" Bentak Yumi. "Kenapa kau jadi marah kepadaku?" tutur Santi. "Aku hanya meluapkan perasaan yang sedang aku alami kini. Apa itu salah bagimu?" lanjutnya. "Bukan begitu maksudku, aku hanya tak ingin cairan bernilai milik mu itu hilang begitu saja hanya karena suatu alasan diluar nalar" jelas Yumi sambil menghapus air mata Santi. Santi hanya bisa termanggu dalam perasaan kesal, haru, juga sedih yang sedang bermain didalam dirinya.
Waktu terus bergulir sesuai hakikatnya. Jarum yang ada dalam lingkaran jam tangan Santi pun telah menunjuk kearah angka 4. Yumi yang tidak tega melihat Santi terus tersiksa persaan gelisah yang dirasakanya, akhirnya memutuskan untuk mengajak Santi pulang. Namun Santi tetap pada keputusanya untuk tinggal di sebuah sudut taman itu demi menanti sang kekasih. Santi yang sedang terpaku pada perasaan gelisahnya pun tidak menghiraukan kepergian Yumi.
Telepon genggam milik Santi berteriak keras tanda ada suatu panggilan datang. Ternyata panggilan itu berasal dari seseorang yang terus ia tunggu. "Kamu dimana?" seru Santi antusias. " Maaf sayang, aku telat" balas Gary. "Aku gapeduli mau kamu telat berapa lama, yang penting aku bisa ngeliat batang hidungmu" tutur Santi. "sekarang sudah jam berapa?" kata Gary. "Empat lewat 20, kenapa?" balas Santi. "Aku telat satu jam ya? maafin aku ya, aku lagi sibuk soalnya" Seru Gary sambil tertawa kecil. "Sibuk apa?" balas Santi lagi. Belum sempat mendapat jawaban dari Gary, percakapan itu sudah diakhiri Gary terlebih dahulu.
Karena Gary tiba-tiba menghilang, Santi hanya bisa menangis untuk menutupi rasa khawatir yang ia rasakan. Tiba-tiba telepon genggamnya kembali bergetar hebat. Dengan cepat iya menekan tombol untuk mengangkat panggilan yang berasal dari Gary. "Maaf udah bikin kamu menunggu lama dihari istimewa kita ini, aku telat karena aku harus mengatur sesuatu agar tepat sebagai hadiah untuk mu dihari istimewa kita ini. Sekarang sudah tepat jam setengah lima dan hadiah mu sudah datang bersamaku disini, disisi barat taman ini. Sekarang putar badanmu kearah ku. Ya, hanya inilah yang aku bisa berikan kepadamu. Matahari indah beserta siluet dari diriku.Semoga ini bisa berkesan untukmu" tutur Gary panjang lebar lalu mengakhiri percakapan itu. Setelah mengakhiri percakan itu, Gary langsung berlari kearah Santi yang sedang terharu akan pemberian indah dari kekasihnya itu. Gary pun langsung memeluk Santi penuh kehangatan dan berucap "I love you San". "I love you too Gar" balas Santi hangat.
Waktu terus bergulir sesuai hakikatnya. Jarum yang ada dalam lingkaran jam tangan Santi pun telah menunjuk kearah angka 4. Yumi yang tidak tega melihat Santi terus tersiksa persaan gelisah yang dirasakanya, akhirnya memutuskan untuk mengajak Santi pulang. Namun Santi tetap pada keputusanya untuk tinggal di sebuah sudut taman itu demi menanti sang kekasih. Santi yang sedang terpaku pada perasaan gelisahnya pun tidak menghiraukan kepergian Yumi.
Telepon genggam milik Santi berteriak keras tanda ada suatu panggilan datang. Ternyata panggilan itu berasal dari seseorang yang terus ia tunggu. "Kamu dimana?" seru Santi antusias. " Maaf sayang, aku telat" balas Gary. "Aku gapeduli mau kamu telat berapa lama, yang penting aku bisa ngeliat batang hidungmu" tutur Santi. "sekarang sudah jam berapa?" kata Gary. "Empat lewat 20, kenapa?" balas Santi. "Aku telat satu jam ya? maafin aku ya, aku lagi sibuk soalnya" Seru Gary sambil tertawa kecil. "Sibuk apa?" balas Santi lagi. Belum sempat mendapat jawaban dari Gary, percakapan itu sudah diakhiri Gary terlebih dahulu.
Karena Gary tiba-tiba menghilang, Santi hanya bisa menangis untuk menutupi rasa khawatir yang ia rasakan. Tiba-tiba telepon genggamnya kembali bergetar hebat. Dengan cepat iya menekan tombol untuk mengangkat panggilan yang berasal dari Gary. "Maaf udah bikin kamu menunggu lama dihari istimewa kita ini, aku telat karena aku harus mengatur sesuatu agar tepat sebagai hadiah untuk mu dihari istimewa kita ini. Sekarang sudah tepat jam setengah lima dan hadiah mu sudah datang bersamaku disini, disisi barat taman ini. Sekarang putar badanmu kearah ku. Ya, hanya inilah yang aku bisa berikan kepadamu. Matahari indah beserta siluet dari diriku.Semoga ini bisa berkesan untukmu" tutur Gary panjang lebar lalu mengakhiri percakapan itu. Setelah mengakhiri percakan itu, Gary langsung berlari kearah Santi yang sedang terharu akan pemberian indah dari kekasihnya itu. Gary pun langsung memeluk Santi penuh kehangatan dan berucap "I love you San". "I love you too Gar" balas Santi hangat.
Kamis, 24 Mei 2012
Aspal tanpa Marka
Hidup ini adalah sebuah jalan panjang untuk menuju sebuah tempat dengan pemandangan yang menyehatkan mata. Namun bila kita salah jalan, cairan kental bersuhu bak sang surya sudah menunggu kita.
Dijalan panjang ini, yang menggunakan bukan hanya seorang individu namun berjuta-juta individu. Berbagai rintangan ada disini, dari sebuah lubang menganga sampai sebuah burung yang akan membawa kita terbang lalu dijatuhkan disebuah tempat antah berantah pun ada. Semua rintangan itu memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Namun mereka bisa ditaklukan hanya dengan 1 solusi yaitu Berani mengambil resiko dan percaya pada kemampuan.
Saat kita berkendara, kecil kemungkinanya kita bisa saling peduli satu sama lain. Agar hal itu dapat tercipta, kita harus berhenti sejenak dan mengalihkan arah kita sementara untuk orang yang butuh pertolongan dan kepedulian kita itu.
Jadi, imarilah kita mencoba semua kata kiasan itu. Walau tampak tak berarti namun sesungguhnya itu adalah suatu kata yang bila diartikan akan menghabiskan 1 kamus bahasa Indonesia.
Terima kasih bagi yang membaca, maaf bagi yang tersindir :)
Dijalan panjang ini, yang menggunakan bukan hanya seorang individu namun berjuta-juta individu. Berbagai rintangan ada disini, dari sebuah lubang menganga sampai sebuah burung yang akan membawa kita terbang lalu dijatuhkan disebuah tempat antah berantah pun ada. Semua rintangan itu memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Namun mereka bisa ditaklukan hanya dengan 1 solusi yaitu Berani mengambil resiko dan percaya pada kemampuan.
Saat kita berkendara, kecil kemungkinanya kita bisa saling peduli satu sama lain. Agar hal itu dapat tercipta, kita harus berhenti sejenak dan mengalihkan arah kita sementara untuk orang yang butuh pertolongan dan kepedulian kita itu.
Jadi, imarilah kita mencoba semua kata kiasan itu. Walau tampak tak berarti namun sesungguhnya itu adalah suatu kata yang bila diartikan akan menghabiskan 1 kamus bahasa Indonesia.
Terima kasih bagi yang membaca, maaf bagi yang tersindir :)
Sabtu, 14 April 2012
Balada kerasnya hati
Kali ini gue pengen cerita tentang kehidupan seseorang. Sebut saja Gatot (disamarkan, kaya yg direportase giduuu) umurnya baru 15 tahun. Skrg dia duduk di bangku taman eh bangku sekolah kelas 10 di sebuah SMA yg punya nama. Sebut saja SMA Nusantara 1001.
Saat Gatot masuk pertama kali di SMA Nusantara dia dikenal sebagai anak tertutup dan pendiam. Selidik punya selidik, ternyata itu adalah sikapnya yang sudah menyatu pada gen keluarganya. Tak hanya tertutup ternyata dia juga seseorang yang kurang gaul ata koeper (dibaca: kuper). Walau pun begitu, dia bertekad untuk masuk ke ekskul Basket. Nah, ekskul ini dikenal sebagai ekskul yg dihuni sama anak- anak gahoool di SMAnya. Karena begitu dia pun dengan cepat mencari ekskul cadangan. Akhirnya dia masuk ke ekskul yang berisikan anak-anak biasa yang disebut dengan 'Teater" (sorry bukan tentang gue yak -_-).
Sebelumnya perlu gue kasih tau bahwasanya dia masuk kedalam ekskul ini bukan didasarkan oleh kemampuan yang dia miliki atau pun nitanya untuk mempelajari Seni Drama tetapi dia masuk ke ekskul ini karena temanya mengajaknya untuk masuk ekskul ini. Di ekskul Teater ini dia juga sangat tidak menonjol pada awalnya. Tidak menonjol di Teater bukan berarti dia menonjol di Basket ya tapi walau begitu dia tetap ada bagian yang menonjol kok, yang itu tuh.....*eh fokus gal fokus!*. Oke kita lanjut, nah oleh karena itu dia berniat untuk masuk ke Rohis dengan alasan Kalo ada yang menonjol dia akan berdosa ckckck absurd yee alasanye haha. Masuklah dia di ekskul rohis. Saat ada tutor seperti tanya jawab seputar hadist dan kandungan quran dia tidak bisa menjawab 1 pun pertanyaan yang diberikan. Alhasil dia malu dan dia keluar dari Rohis.
Pasca keluar Rohis, pikiranya pun terbebani oleh aturan sekolah yang ngewajibin dia buat punya ekskul minimal 1. Akhirnya dia kembali ke Teater. Saat pertama dia masuk, dia langsung mendapat tugas untuk mengadakan acara coli bersama eh astapiluloh makan bersama maksud gue hehe. Hari berganti hari akhirnya tiba saat dimana acara tersebut berlangsung. Pertama dia merasa sengsara karena menurutnya anak teater itu tidak ada yang cantik dan pada akhirnya dia menemukan seorang malaikat yang lupa cara pulang (kata2 penyair gue pake biar romantizzz). Setelah sesi perkenalan akhirnya dia tau bahwa namanya adalah Sarah.
Waktu terus menerus beranjak dari tempatnya berpindah ke tempat lain. Hubungan Gatot dan Sarah makin tak karuan. Tak ada yang tahu bahw selama ini Gatot menyukai Sarah. Walau pun ternyata Sarah lebih tua dari Gatot namun itu bukanlah halangan bagi Gatot. Tapi tiba-tiba Gatot memilih untuk tidak meneruskan niat tersebut walau pun oteman-temanya yakin bahwa dia pasti bisa menjadi pasangan daripada Sarah. Setelah menutup Bab menyukai Sarah akhirnya Gatot menyukai salah seorang temanya yang bernama Nurul. Dalam waktu singkat Gatot berhasil diterima sebagai Kekasih dari Nurul namun dalam waktu singkat juga Gatot dan Nurul menikmati status mereka sebagai kekasih.
Setelah itu akhirnya gatot memutuskan untuk meneruskan niatnya yang sempat meredup yaitu menjadi kekasih dari Sarah. Kegigihanya perlu diacungi jempol. Dia rela melakukan apa saja. Dan akhirnya Gatot mencapai klimaks. Dia memutuskan untuk menyatakan rasanya kepada Sarah. Namun apa daya, perbedaan umur tidak bisa dipungkiri sebaai masalah yang berarti. Dengan sangat menyesal Sarah menolak Gatot yg ingin menjadi kekasihnya.
Namun, setelah kejadian itu, sepertinya Gatot sudah menjadi dewasa. Dia tidak menjadi terlalu tertutup seperti dulu. TAMAT
Tips dari cerita ini adalah, Kejarlah dan gantunglah cita-cita mu setinggilangit. Walau kamu tahu itu adalah cita-cita yang sulit untuk digapai tetap kejar cita-cita mu itu.
Oiya sekedar nginetin ini itooo bukan kisah hidup gue tapi ini kisah temen gue yang gue edit sedikit tentang ekskul, nama, dan sekolah yang tertera wakakaak. Enjoy yaak!
Saat Gatot masuk pertama kali di SMA Nusantara dia dikenal sebagai anak tertutup dan pendiam. Selidik punya selidik, ternyata itu adalah sikapnya yang sudah menyatu pada gen keluarganya. Tak hanya tertutup ternyata dia juga seseorang yang kurang gaul ata koeper (dibaca: kuper). Walau pun begitu, dia bertekad untuk masuk ke ekskul Basket. Nah, ekskul ini dikenal sebagai ekskul yg dihuni sama anak- anak gahoool di SMAnya. Karena begitu dia pun dengan cepat mencari ekskul cadangan. Akhirnya dia masuk ke ekskul yang berisikan anak-anak biasa yang disebut dengan 'Teater" (sorry bukan tentang gue yak -_-).
Sebelumnya perlu gue kasih tau bahwasanya dia masuk kedalam ekskul ini bukan didasarkan oleh kemampuan yang dia miliki atau pun nitanya untuk mempelajari Seni Drama tetapi dia masuk ke ekskul ini karena temanya mengajaknya untuk masuk ekskul ini. Di ekskul Teater ini dia juga sangat tidak menonjol pada awalnya. Tidak menonjol di Teater bukan berarti dia menonjol di Basket ya tapi walau begitu dia tetap ada bagian yang menonjol kok, yang itu tuh.....*eh fokus gal fokus!*. Oke kita lanjut, nah oleh karena itu dia berniat untuk masuk ke Rohis dengan alasan Kalo ada yang menonjol dia akan berdosa ckckck absurd yee alasanye haha. Masuklah dia di ekskul rohis. Saat ada tutor seperti tanya jawab seputar hadist dan kandungan quran dia tidak bisa menjawab 1 pun pertanyaan yang diberikan. Alhasil dia malu dan dia keluar dari Rohis.
Pasca keluar Rohis, pikiranya pun terbebani oleh aturan sekolah yang ngewajibin dia buat punya ekskul minimal 1. Akhirnya dia kembali ke Teater. Saat pertama dia masuk, dia langsung mendapat tugas untuk mengadakan acara coli bersama eh astapiluloh makan bersama maksud gue hehe. Hari berganti hari akhirnya tiba saat dimana acara tersebut berlangsung. Pertama dia merasa sengsara karena menurutnya anak teater itu tidak ada yang cantik dan pada akhirnya dia menemukan seorang malaikat yang lupa cara pulang (kata2 penyair gue pake biar romantizzz). Setelah sesi perkenalan akhirnya dia tau bahwa namanya adalah Sarah.
Waktu terus menerus beranjak dari tempatnya berpindah ke tempat lain. Hubungan Gatot dan Sarah makin tak karuan. Tak ada yang tahu bahw selama ini Gatot menyukai Sarah. Walau pun ternyata Sarah lebih tua dari Gatot namun itu bukanlah halangan bagi Gatot. Tapi tiba-tiba Gatot memilih untuk tidak meneruskan niat tersebut walau pun oteman-temanya yakin bahwa dia pasti bisa menjadi pasangan daripada Sarah. Setelah menutup Bab menyukai Sarah akhirnya Gatot menyukai salah seorang temanya yang bernama Nurul. Dalam waktu singkat Gatot berhasil diterima sebagai Kekasih dari Nurul namun dalam waktu singkat juga Gatot dan Nurul menikmati status mereka sebagai kekasih.
Setelah itu akhirnya gatot memutuskan untuk meneruskan niatnya yang sempat meredup yaitu menjadi kekasih dari Sarah. Kegigihanya perlu diacungi jempol. Dia rela melakukan apa saja. Dan akhirnya Gatot mencapai klimaks. Dia memutuskan untuk menyatakan rasanya kepada Sarah. Namun apa daya, perbedaan umur tidak bisa dipungkiri sebaai masalah yang berarti. Dengan sangat menyesal Sarah menolak Gatot yg ingin menjadi kekasihnya.
Namun, setelah kejadian itu, sepertinya Gatot sudah menjadi dewasa. Dia tidak menjadi terlalu tertutup seperti dulu. TAMAT
Tips dari cerita ini adalah, Kejarlah dan gantunglah cita-cita mu setinggilangit. Walau kamu tahu itu adalah cita-cita yang sulit untuk digapai tetap kejar cita-cita mu itu.
Oiya sekedar nginetin ini itooo bukan kisah hidup gue tapi ini kisah temen gue yang gue edit sedikit tentang ekskul, nama, dan sekolah yang tertera wakakaak. Enjoy yaak!
Langganan:
Postingan (Atom)